Tim Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan Ringkus Pelaku Pemerasan Viral di Medsos

Tim Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan Ringkus Pelaku Pemerasan Viral di Medsos
Pelaku pemalak yang diamankan pihak Polresrabes Medan. (Poto : Pewarta/Bisanews.id)

MEDAN I Bisanews.id I RS (42) warga Jalan Panglima Denai, Gang Keluarga, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, ditangkap Tim Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan, Sumatra Utara.

Pria berprofesi sebagai tukang becak ini ditangkap karena melakukan pemerasan terhadap supir dan sempat viral di media sosial (Medsos).

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko melalui Kasat Reskrim Kompol Dr M Firdaus SIK MH, Rabu (5/1/22) membenarkan penangkapan pelaku pemerasan tersebut.

Pelaku ditangkap atas laporan korban Irwansyah Siregar, nomor LP/43/I/2021 tanggal 4 Januari 2022
“Aksi pemerasan terjadi pada Senin 3 Januari 2022 di Jalan Panglima Denai SPBU dekat Terminal Amplas. Perbuatan pelaku sempat viral di Medsos,”kata Kasat.

Dijelaskan, saat peristiwa pemerasan itu korban datang mengendarai mobil bersama dengan rekannya. Kemudian melakukan bongkar muat barang. Ketika sudah hampir selesai bongkar, pelaku yang berjumlah dua orang datang dan langsung meminta uang dengan mengatasnamakan SPSI.

Korban tidak mau memberikan uang SPSI tersebut, sehingga keributan terjadi dan korban langsung memberikan uang sebesar Rp30.000. Pelaku mengatakan uang tersebut kurang.

“Kurang ini. Kau tambah sepuluh ribu lagi untuk uang keamanan IPK,”ucap Kompol Firdaus menirukan pelaku ketika itu.

Korban tidak memberikan tambahan tersebut dengan dalih tidak punya uang lagi. Pelaku menghalangi mobil korban sambil mengatakan,”Kalau gak kau tambah gak bisa pergi kau,”sugesti pelaku.

Takut terjadi keributan, korban pun memberikannya tambahan Rp 10.000 sambil memvideokan perbuatannya.
Usai menerima uang ,lalu pelaku bergeser tidak menghalangi mobil dan membiarkan korban pergi.

Kepada petugas,RS mengakui perbuatannya telah melakukan pemerasan terhadap korban.

“Pelaku sudah 20 kali melakukan pemerasan terhadap orang lain dengan modus uang keamanan. Ia juga mengaku menyetor uang TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) kepada Ketua SPBK, Muhammad Marpaung,”jelas Firdaus.

Baca Juga:  Zahir : Peran PNS Sangat Besar Dalam Mewujudkan Good Governance

Dari pelaku diamankan barang bukti berupa video pemerasan yang diamankan dari korban, dua lembar uang pecahan Rp5.000, kartu tanda anggota SPBK, sepasang sepatu berlogo nike yang digunakan pelaku, topi warna biru yang digunakan pelaku, baju warna hijau, rompi warna hitam, dan celana pendek.

“Pelaku melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 368 KUHPidana tentang pemerasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,”terang Kompol Firdaus.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.