Todong Sajam ke Polisi, DPO Pelaku Curas Ditembak Mati

Mobil Ambulance di RS saat hendak membawa jenazah pelaku Curas.(foto.Ayu/bisanews.id)

MEDAN I Bisanews.id | Mhd Dwiki Ariandi (25) bermukim di Jalan M Yakub, Medan Perjuangan, ditembak mati oleh Tim Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Medan, Polda Sumatra Utara.

Pelaku spesialis pencurian dengan kekerasan (Curas) begal dan jambret ini sudah lama masuk DPO.

Ia ditembak mati lantaran mengancam posisi dengan menodongkan senjata tajam (Sajam) jenis pisau saat hendak ditangkap, Jum’at (25/2/22) sekira pukul 01.16 Wib, di Jalan Bersama Simpang Kongsi, Marindal, Kota Medan.

Kemudian Tim Jatanras membawanya ke Rumah Sakit (RS) Adam Malik untuk mendapat pertolongan.

“Namun sesampainya di sana (RS Adam Malik) menurut keterangan tenaga kesehatan pelaku sudah tidak bernyawa. Lalu, tim membawa jenazah pelaku ke RS Brimob TK I Polda Sumut untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,”terang Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda melalui Kasat Reskrim Kompol Dr M Firdaus SIK MH dihadapan wartawan.

Dijelaskan, Tim Jatanras juga menangkap dua pelaku lainnya, yakni Mhd Hadji dan Hendra Sani, resedivis yang sudah pernah ditangkap dan dipenjara tahun 2020 dan divonis.

“Penangkapan para pelaku atas dasar Laporan Polisi Nomor : LP/2519/X/2020/SPKT Polrestabes Medan dan DPO/669/Res.1.8/2020/Reskrim tanggal 30 Desember 2020,”ujar M Firdaus.

Korban Remudus Sinaga (54) warga Jalan Budi Luhur, Kelurahan Dwi Kora, Kecamatan Medan Helvetia yang dirampok di Jalan Gatot Subroto dekat RRI, Medan Helvetia pada Jumat, 9 Oktober 2020 sekira pukul 06.30 WIB.

“Hasil introgasi dua pelaku yang sudah ditangkap menyebutkan bahwa mereka melakukan jambret di beberapa lokasi lainnya, antara lain di Jalan Setia Budi, Jalan Gagak Hitam, Jalan Dr Mansyur, Jalan Ringroad, dan di Jalan Setia Budi, Medan,” jelas M Firdaus.

Menurutnya, Sat Reskrim Polrestabes Medan mengamankan barang bukti, satu unit sepeda motor beat yang digunakan pelaku saat beraksi, satu sepeda motor mio handphone infinix, sebilah pisau dan cincin yang digunakan pelaku.

Baca Juga:  Pemkab Labura FGD Bahas Ranperda dan Ranperkada

“Mereka melakukan aksi kekerasan dengan cara merampas barang milik korban, sehingga korban terjatuh dan hasil kejahatannya digunakan untuk membeli narkoba dan kebutuhan sehari-hari,”katanya.

Dijelaskan mantan Kasat Reskrim Polresta Deliserdang ini bahwa Dari para pelaku, sambung

Alumni Akpol tahun 2006 tersebut menyebutkan, kejadian menimpa korban Remudus Sinaga pada Jum’at, 9 Oktober 2020 sekira pukul 06.25 Wib. Waktu itu Remudus keluar rumah hendak olah raga dengan menggunakan sepeda, di Jalan Gatot Subroto depan RRI secara tiba-tiba dua unit sepeda motor datang dari arah belakangnya.

Ketiga pelaku yang datang langsung menarik tas sandang yang ada di bahu korban, sehingga terjadi tarik-tarikan.

Pelaku menunjang korban sehingga terjatuh ke aspal dan para pelaku mengambil tas sandang. Atas kejadian tersebut korban mengalami luka di pelipis kiri, wajah dan kepala luka serta dijahit, lutut kanan, kiri dan siku kanan dan kiri luka lecet. Kerugian korban, 1 tas sandang yang berisi handphone Redmi A5, kunci rumah, Kartu LSM, dan surat-surat penting.

“Para pelaku dipersangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan, ancaman hukuman 15 tahun penjara,”tegas Kasat Reskrim Polrestabes Medan.

Related posts