World Water Day,’ Tuang Ecoenzyme Ditempat Dimana Kamu Berada’

Ketua Tim Pengerak PKK Kecamatan Medan Baru, Kompol Sah Udur Sitinjak saat ingin menuang Ecoenzyme pada peringatan Hari World Water Day. (Poto : Pewarta/Bisanews.id)

MEDAN l Bisanews.id l Kompol Sah Udur Sitinjak menuang Ecoenzyme pada peringatan World Water Day. Sebagai bentuk peduli terhadap lingkungan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan dengan thema “tuang Ecoenzyme Ditempat Dimana Kamu Berada”.

“Ecoenzym merupak cairan serbaguna organik yang dapat menyegarkan udara sekitar. Kelurahan Petisah Hulu sebagai Kelurahan percontohan dalam perlombaan UP2K tingkat Kota Medan sekaligus mengembangkan ecoenzym sebagai produk unggulan,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Medan Baru, Kompol Sah Udur Sitinjak, Rabu (23/3/22).

Sah Udur berharap, kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi banyak orang.

“Semoga dengan kegiatan tuang ecoenzym ini akan terus mengalirkan, menyebar, menyatukan niat baik kita semua.

Kecamatan Medan Baru telah memproduksi ecoenzym selama 7 bulan lebih dan sudah pernah panen sekali dan dalam waktu dekat akan panen kembali,”jelasnya.

Sah Udur mengungkapkan, Kecamatan Medan Baru sengaja memilih memproduksi ecoenzym ini guna memberikan edukasi dan mengajak masyarakat agar terus berkontribusi dan berinovasi dengan cara apapun.

“Terlebih lagi memanfaatkan sampah sayur-sayuran dan buah-buahan yang sudah tidak bisa dipakai lagi menjadi bermanfaat untuk banyak orang.

Eco enzyme ini sejuta manfaat, karena banyak manfaatnya, di antaranya untuk bersih bersih, obat luar, detox dan bisa menjadikan pupuk tanaman,” ungkapnya.

Sah Udur menuturkan, cara pembuatan eco enzyme ini juga terbilang mudah, namun butuh proses permentase dengan waktu 100 hari.

Bahan bahan dasar pembuatan eco enzyme ini dari limbah sayuran dan buah-buahan.

“Kulit buah dan sisa sayur seringkali dianggap sampah bagi sebagian besar orang, sehingga seringkali hanya sekedar dibuang di tempat sampah atau dijadikan pakan ternak.

Namun siapa sangka “sampah” ini dapat dimanfaatkan menjadikan cairan serba guna yang dapat digunakan sebagai pupuk, pestisida, obat pel, serta banyak manfaat lainnya.

Baca Juga:  Walikota Medan Janjikan Fasilitas Belajar Anak-anak Sanggar Genius Ar Rasyiid

Eco enzyme sendiri merupakan larutan zat organik kompleks yang diproduksi dari proses fermentasi sisa organik, gula, dan air. Cara membuat eco enzyme terbilang sangat mudah,” tuturnya.

Caranya, sebut Sah Udur, siapkan kontainer plastik bekas (bisa berupa botol/toples bekas atau jerrycan), air, gula, dan kulit buah yang lunak.

Kulit buah yang bisa digunakan misalnya seperti kulit buah jeruk, apel, semangka, lemon, mangga dan lain-lain.

Membuat takaran air, gula, dan sampah organik dengan perbandingan 1 Molase, 3 sampah dan 10 air. (1:3:10).

“Kemudian mencampurkan seluruh bahan pada drum yang sudah dipersiapkan. Setelah dicampur seluruhnya, kemudian drum yang sudah terisi, disimpan di tempat tidak terpapar matahari, hingga 100 hari panen atau 3 bulan 10 hari, eco-enzyme dapat dipanen,” sebutnya.

Pengembangan sumberdaya manusia ini, kata Sah Udur, akan terus digalakkan di Kecamatan Medan Baru ini.

“Tujuannya agar seluruh kader Tim Penggerak PKK Medan Baru dapat berkreasi dan berinovasi dengan mengandalkan kemampuan mereka masing-masing,” pungkas Polwan berpangkat melati satu ini.

Related posts

Program Desa Binaan Bhakti Sosial Kepada Masyarakat Bantuan Sembako