DPR Bentuk Tim Percepatan Peningkatan Kapasitas Produksi Inalum

Tim Komisi VII DPR diabadikan bersama pejabat Inalum.(Foto : Dok-Humasinalum/Bisanews.id).

BATU BARA | Bisanews.id | Komisi VII DPR RI berkunjung ke Pabrik Peleburan (Smelter) PT. Inalum di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumut, untuk mengecek kesiapan perusahaan itu sebagai wajah dari industri peleburan aluminium nasional. Sekaligus merupakan langkah DPR dalam mendukung percepatan peningkatan kapasitas produksi Inalum.

Grebek Kampung Narkoba, Petugas Ringkus 5 Tersangka

Direktur Operasi dan Portofolio Inalum Danny Praditya menyebut ada sejumlah langkah strategis dalam menjadikan Inalum sebagai perusahaan yang bisa mengintegrasikan lini bisnis perusahaan dari hulu hingga hilir. Sehingga ekosistem industri aluminium bisa terpadu, dan visi Inalum menjadi pemain yang lebih besar bisa terwujud.

Baca Juga:  Terdakwa Pembunuh Ketua MUI Labura Dituntut Seumur Hidup
“Untuk tetap menjadi big player dan sebagai langkah untuk meningkatkan produksi, Inalum akan mengkonsolidasikan bisnis hulu sampai hilir. Artinya dari bahan mentah bauksit hingga menjadi aluminium. Karena itu kami membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholders, termasuk mitra strategis swasta dalam investasi pengembangan kapasitas, serta pemerintah terkait kebijakan yang mendukung pengembangan industri (e.g Insentif tarif, keringanan retribusi dan pajak guna menopang ke-ekonomian proyek dan pengembangan industrialisasi hilir  aluminium),” ujar Danny.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyebut pihaknya mendukung langkah Inalum meningkatkan produksi dan menjadi pemain besar di Indonesia. Komisi VII akan membentuk Tim Percepatan Peningkatan Kapasitas Produksi Inalum.

“Komisi VII DPR RI mendukung sepenuhnya langkah-langkah Inalum untuk meningkatkan produksi dengan membentuk Tim Percepatan Peningkatan Kapasitas Produksi Inalum”, kata Sugeng.

Baca Juga:  Kapolres  Batubara Cek Vaksinasi Anak di Desa Sumber Padi
“Hal ini penting karena BUMN akan mendapatkan pengawasan yang accountable dan sesuai dengan regulasi, sekaligus memberi keyakinan bahwa kemajuan Inalum akan memberikan manfaat berkelanjutan untuk masyarakat”, imbuhnya.

Selain peningkatan produksi, Inalum juga berniat melakukan serangkaian peningkatan teknologi dan inovasi baik aspek operasional maupun SDM. Antara lain digitalisasi operasional, pengembangan riset, pengembangan SDM berkualitas yang kompetitif.

“Inalum akan mengimplementasikan semangat Industry 4.0 dengan langkah digitalisasi di seluruh operasional hilir, baik di pabrik atau di smelter. Termasuk mengembangkan R&D secara komprehensif agar produk-produk kita lebih baik. Selain itu melakukan pengembangan SDM melalui pelatihan-pelatihan dan rotasi sehingga setiap SDM menjadi lebih kompetitif dan agile,” tambah Danny.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan hilirisasi merupakan keharusan karena amanat UU Minerba. Karena itu dibutuhkan sinergi antara BUMN, ESDM, Kemenperin, dan DPR.

Baca Juga:  Sidang Kasus PETI Digelar di PN Madina
“Hilirisasi bukan lagi sebuah cita-cita melainkan sebuah keharusan karena amanat dari UU Minerba. Jadi butuh sinergi antara banyak pihak dalam hal ini perusahaan BUMN, ESDM, Kemenperin, dan DPR. Tanpa ada sinergi maka visi yang besar dan kecepatan dalam mengambil keputusan maka hilirisasi tidak akan pernah tercapai,” ujar Ridwan.

Kunjungan Kerja Komisi VII dihadiri jajaran Direktur Eksekutif dan Top Management Inalum, Direktur Industri Logam ILMATE Kementrian Perindustrian Liliek Widodo, Kepala BP2RD Pemprov Sumut Fadli Dalimunthe, Wakil Bupati Batu Bara Oky Iqbal Frima.

Komisi VII DPR menyempatkan diri berkeliling smelter Inalum untuk menyaksikan proses peleburan dan pengolahan aluminium.

Disebutkan, Inalum sebagai perusahaan BUMN saat ini melakukan beberapa aksi korporasi strategis. Antara lain, proyek Upgrading Teknologi Tungku Reduksi, Optimalisasi Smelter Kuala Tanjung, Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery di Mempawah, dan Pembangunan Aluminium Remelt IAA.

Proyek strategis tersebut diharapkan membuat Inalum mampu memenuhi kebutuhan pasar aluminium yang masih memiliki potensi besar di Indonesia dan regional. Selain itu Inalum melakukan berbagai langkah kolaborasi dengan perusahaan BUMN lain seperti PLN dalam rangka menciptakan ketersediaan energi.

Related posts