Normalisasi Sungai Deli dan Sungai Babura Langkah Efektif Atasi Banjir

Normalisasi Sungai Deli dan Sungai Babura Langkah Efektif Atasi Banjir
Walikota Medan, Bobby Nasution saat berbincang dengan warga saat banjir melanda kota Medan. (Poto : ayu/bisanews.id)

MEDAN I Bisanews.id | Dalam menangani banjir di Kota Medan, langkah Walikota Bobby Nasution mendapat dukungan dan apresiasi Dosen Bidang Keairan Fakultas Teknik Sipil Universitas Medan Area (UMA) Ir Kamaluddin Lubis MT, dalam melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II yang bertanggungjawab penuh terhadap penanganan sungai.

Sebab, kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada saat ini sudah masuk kategori tidak sehat, karena DAS saat ini banyak endapan, sampah dan juga mengalami penyempitan. Kondisi itu berdampak buruk terhadap karakteristik aliran sungai yang sulit memprediksi debit air.

“Terbukti di musim hujan saat ini, Kota Medan sering dilanda banjir. Bahkan daerah pemukiman di Daerah Pinggiran Sungai (DPS) Sungai Deli dan Sungai Babura,”kata Kamaludin, Minggu (6/3/22) kepada wartawan termasuk Bisanews.id.

Disebutkan, kurangnya kemampuan sungai yang melintasi Kota Medan menampung debit air yang besar, disebabkan beberapa faktor, diantaranya pemukiman penduduk di pinggiran sungai tanpa surat izin mendirikan bangunan. Dibangunnya bantaran sungai untuk keperluan sepihak (individu) yang berdampak dengan berkurangnya dimensi serta kapasitas sungai.

“Ditambah adanya pengalihan fungsi bantaran sungai menjadi wilayah perumahan penduduk. Kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah ke sungai dan ini juga menjadi pemicu utama menurunnya daya tampung sungai, hingga air meluap memicu banjir. Normalisasi Sungai Deli dan Sungai Babura langkah efektif atasi banjir harus cepat terealisasi,”ujarnya.

Kamaluddin, beberapa tindakan untuk meningkatkan debit aliran air sungai dengan pelebaran dan pengerukan dasar Sungai Deli dan Sungai Babura. Mengurangi penampang sungai yang berbelok-belok dengan membuatnya menjadi relatif lurus. Melibatkan masyarakat, kelompok pencinta alam dalam menjaga kelestarian sungai.

“Besarnya volume pekerjaan BWS Sumatera II dalam penanganan atau tindak lanjut banjir di Kota Medan mengakibatkan target kerja yang direncanakan tidak tercapai maksimal. Kebijakan Bapak Wali Kota dalam melibatkan berbagai instansi, Dinas PU bersama BWS Sumatera II merupakan langkah yang tepat,”ungkapnya.

Baca Juga:  Pengurus & Anggota Pewarta Terima THR dan Paket Lebaran

Menurut Kamaluddin, kebijakan itu sangat efektif dan efisien mengatasi permasalahan banjir dapat terselesaikan dengan cepat dan tepat sasaran. Dinas PU mampu mendukung sarana dan prasarana yang lengkap untuk mempercepat target atau sasaran kerja BWS Sumatera II.

Apalagi, Sungai Deli dan Sungai Babura mengalir di inti kota juga merupakan saksi sejarah peradaban berdirinya Kota Medan.

“Intensitas hujan curah hujan yang tinggi saat ini dan kondisi DAS yang tidak sehat, mengakibatkan debit sungai tidak dapat diprediksi sehingga memicu banjir besar atau banjir kiriman di kawasan Kota Medan.
Banjir tentunya menimbulkan kerugian segala aspek bidang perekonomian, rumah ,bangunan yang terendam hingga kerusakan fasilitas barang publik, satu kerugian fatal yang diakibatkan banjir,” bebernya.

Kamaluddin, berdasarkan fakta dan analisa dan solusi yang dapat diterapkan Wali Kota Medan, melakukan kajian khusus tentang pembangunan kanal di hulu Sungai Deli dengan membagi aliran Sungai Deli menjadi dua bagian. Satu bagian menuju aliran Kanal Amplas dan bagian lainnya menuju aliran Sungai Deli.

“Pendistribusian aliran air sungai ini diharapkan mampu mengakomodasi debit air sungai yang besar di saat musim hujan,”ucapnya mengakhiri.

Yuk Bayar Pajak

Related posts