Wali Kota Medan Jelaskan Manfaat Pelebaran Parit Emas

Wali Kota Medan Jelaskan Manfaat Pelebaran Parit Emas
Wali Kota Medan, Bobby Nasution meninjau lokasi pemancangan tiang pelebaran drainase di Jalan Emas/Asia Medan, Selasa (5/9/2023). (Poto : Pemko Medan)

MEDAN | Bisanews.id |Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan, paling lama pekerjaan pelebaran parit emas di Jalan Sampali selesai Desember 2023. Pelebaran drainase menjadi tujuh meter ini bertujuan untuk mengatasi banjir di kawasan Jalan Asia, Kotamatsum, dan Ismailiyah.

“Ada 170 hektar area yang bisa mendapat manfaat dari pekerjaan ini,” kata Bobby saat meninjau lokasi pemancangan tiang pelebaran drainase, di Jalan Emas/Asia Medan, Selasa (5/9/2023).

Orang nomor satu di Pemko Medan ini mengatakan, banjir yang melanda kawasan Jalan Asia berisiko menurunkan aktivitas bisnis dan ekonomi di kawasan itu.

“Jalan Asia ini merupakan area perekonomian, area bisnis. Kalau masalah banjir tidak diatasi, kita takutkan kegiatan bisnis itu akan menurun,” sebutnya, didampingi Kadis Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi Medan, Topan O.P. Ginting.

Bobby mengatakan, semestinya pekerjaan ini sudah dilaksanakan dua bulan lalu. Keterlambatan itu dikarenakan adanya pro kontra di kalangan masyarakat sekitar. Namun, mengingat kepentingan masyarakat yang lebih luas, maka pekerjaan ini harus dilanjutkan.

Dalam peninjauan itu, Bobby mendengarkan protes masyarakat yang menolak pekerjaan tersebut. Salah satu alasan warga, pelebaran drainase ini akan membuat jalan jadi mengecil.

Bobby menjelaskan, pelebaran ini tidak mengambil area milik masyarakat.

“Kalau pun ada di ujung sedikit, itu pun kami bebaskan,” ungkap Bobby.

Dia menegaskan, 90 persen area yang dipergunakan untuk pelebaran ini adalah jalan milik Pemko Medan. Tidak ada warga yang digusur, tidak ada yang direlokasi.

“Yang kita pakai adalah area jalan pemerintah,” ucapnya.

Terkait risiko kemacetan akibat mengecilnya jalan, Bobby mengungkapkan, Pemko Medan akan mencari jalan keluar.

“Kita ada lihat aturan- aturannya. Apakah nanti kita buat jadi satu jalur agar tidak ada bentrok kendaraan, karena jalan mengecil drainase melebar. Atau kita buat aturan larangan parkir di area ini. Karena memang banyak masyarakat memarkirnya mobilnya di jalan tersebut. Mereka punya mobil, tapi tak ada garasi, sehingga mobilnya diparkirkan di pinggir jalan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tiga Atlet KBI Sumut Perkuat Tim Indonesia Di SEA Games Kamboja

Bobby mengatakan, pekerjaan ini salah satu program pengendalian banjir. Dari 2021 sampai tahun ini Pemko masih melaksanakan program normalisasi drainase untuk mempercepat aliran air ke sungai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Writer: AyuEditor: Abdul Muis